Oleh : Jumari Haryadi
Beberapa puluh tahun silam,
mungkin kita tidak akan pernah menyangka akan bertemu dengan orang-orang yang
sudah lama menghilang dari kehidupan kita. Orang-orang tersebut bisa saja teman
bermain ketika kita masih kecil, teman sekolah, tetangga, atau mungkin sanak
saudara kita yang sudah berpisah jauh, menyebar entah kemana karena mencari
kehidupan masing-masing.
Sejak jejaring sosial Facebook diluncurkan oleh Mark Zuckerberg bersama rekan-rekannya pada
Februari 2004, perubahan kehidupan sosial manusia pun berubah drastis. Betapa
tidak, gara-gara situs tersebut, banyak orang di seluruh dunia yang tadinya
sudah tidak saling berkomunikasi, tiba-tiba bisa terhubung kembali.
Tidak dapat dipungkiri, sebagai
makhluk sosial, manusia sangat membutuhkan manusia lainnya. Coba kita lihat
betapa orang senang berkumpul dan membentuk komunitas. Hal ini bisa kita lihat
dengan maraknya berbagai komunitas di dunia nyata maupun di dunia maya, seperti
misalnya komunitas penulis, penyanyi, pemain musik, fotografi, motor, mobil dan
masih banyak lagi lainnya. Mereka butuh wadah untuk berkumpul dan
bersosialisasi satu dengan lainnya dengan konsep kebersamaan dalam bidang
tertentu yang menjadi kesukaannya.
Memiliki banyak teman sangat
bermanfaat dan bisa membuat hidup semakin bergairah. Oleh sebab itu, jangan
heran jika banyak orang yang menjadi anggota beberapa komunitas yang bisa menyalurkan
minat, bakat dan hobi mereka dengan tepat. Adanya komunitas memungkinkan
manusia bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalamannya, sehingga bisa saling
meningkatkan wawasannya.
Dunia Nyata VS Dunia Maya
Kehidupan di dunia nyata sangat
berbeda dengan kehidupan di dunia maya. Meskipun keduanya memiliki kesamaan,
namun tidak sedikit juga perbedaannya. Masing-masing punya sisi positif dan
negatifnya, juga ada sisi kemudahan dan kesulitannya. Namun, jika kita mampu
membuatnya keduanya bersinergi, maka hasilnya akan menjadi lebih dahsyat luar
biasa.
Dalam dunia nyata, jika kita
ingin berkumpul dan berkomunikasi secara langsung, maka kita harus bertemu dulu
dengan sahabat, sauadara atau mitra bisnis kita. Hal ini tentu cukup
menyulitkan karena terbentur oleh jarak dan waktu. Tidak mudah untuk
mempertemukan orang secara langsung setiap saat, kecuali kita sama-sama berada
dalam jarak yang dekat.
Sebagai contoh saja, untuk
melakukan pertemuan kecil seperti arisan yang sering dilakukan oleh para
ibu-ibu muda, hal itu tidak mudah. Sangat jarang ada arisan yang selalu
dihadiri semua anggotanya. Pasti ada saja orang yang tidak bisa hadir karena
kesibukannya atau ada hal lain yang menghalanginya untuk hadir.
Contoh lainnya adalah kegiatan
reuni. Kegiatan ini paling sering dilakukan oleh sekolah dan kampus. Kerinduan
untuk bertemu dengan sahabat lama begitu menggebu, sehingga setiap orang pasti
ingin berusaha menghadirinya. Sayangnya, seperti lagu lama, kondisi kesulitan
mengatur waktu di tempat pekerjaan dan jarak yang jauh dengan lokasi pertemuan
terkadang menjadi kendala klasik yang acapkali terjadi.
Kehadiran jejaring sosial seperti
Facebook, Twitter, BBM (Blackberry Mesengger), Instagram dan sejenisnya telah
membuat orang lebih mudah terkoneksi satu dengan lainnya, dimanapun mereka
berada, tanpa harus terkendala oleh jarak dan waktu. Semuanya begitu mudah,
murah, cepat, hemat dan efisien. Teknologi diciptakan memang untuk mempermudah
aktivitas manusia dan teknologi juga mampu mengubah dunia. Hal ini sudah
terbukti dengan jelas, betapa kehadiran media sosial tersebut telah mampu
mengubah sifat dan prilaku manusia di era modern.
Sisi positif dan negatif media sosial
Memang tidak semua kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi berdampak baik, ada juga sisi negatifnya. Hal ini
ibarat pisau bermata dua. Satu sisi bisa bermanfaat, misalnya jika dipakai
untuk mengiris bawang, memotong sayuran, mengupas buah-buahan atau membelah
ketupat. Namun pisau bisa sangat berbahaya jika dilakukan untuk berbuat
kejahatan, seperti misalnya menusuk orang yang bisa berakibat fatal.
Baik atau buruk dampak dari
lahirnya media sosial juga tidak terlepas bagaimana kita menyikapi fenomena
tersebut secara bijak. Ibarat kata pepatah “the
man behind the gun” bisa berlaku untuk kasus ini. Jika manusia yang
menggunakan kemajuan teknologi tersebut mempunyai pikiran positif dan kreatif,
bukan tidak mungkin justru manfaat yang diperoleh dari media sosial bagitu
banyak dan luar biasa.
Media sosial seperti Facebook dan BBM, selain bisa
menghubungkan kita dengan sahabat dan keluarga yang sudah lama terputus, juga
mudah menemukan orang-orang baru dalam kehidupan kita. Kalau dalam kehidupan
nyata sangat sulit untuk berteman dengan ribuan orang, maka melalui internet
semuanya menjadi mudah. Tidak sulit mencari pertemanan di Facebook sehingga kita bisa memiliki 5000 orang teman atau lebih. Cukup
dengan mencari orang yang tepat untuk kita jadikan teman atau sebaliknya akan
ada orang lain yang meminta pertemanan kepada kita. Cukup kita konfirmasi jika
setuju atau sebaliknya jika tidak setuju.
Selain itu Facebook dan BBM juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain
seperti berbisnis dengan cara berjualan aneka jasa maupun produk. Tidak sedikit
orang yang akhirnya bisa memanfaatkan media sosial sebagai tempat untuk mencari
nafkah. Media sosial juga bisa kita gunakan untuk personal branding maupun corporate
branding. Caranya adalah dengan menampilkan berbagai informasi dan
aktivitas kita ke jaring sosial tersebut sesuai dengan image yang akan kita tampilkan ke publik.
Pesatnya perkembangan media
sosial di indonesia juga dimanfaatkan kalangan pesohor untuk berkomunikasi
dengan fans mereka. Hampir semua selebriti dipastikan memiliki beberapa akun di
media sosial, baik di Facebook, twitter,
BBM, Instagram dan media sejenisnya. Diantara mereka juga ada yang
memanfaatkan jasa profesional untuk mengelola akun mereka, sehingga meskipun
mereka sibuk dengan berbagai aktivitas yang padat, mereka masih bisa aktif di
internet setiap saat. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran admin yang sudah
dibayar untuk melakukan hal tersebut. Admin memperoleh finansial dari
pekerjaannya, selebritis mendapatkan dampak sosial berupa pencitraan dari
aktivitas yang dilakukan admin dan para fans merasa dekat dengan idola mereka.
Jadi, semuanya bisa senang, everybody
happy !
Selain dampak positif, ada juga
dampak negatifnya. Kecanduan menggunakan media sosial sudah begitu parah dan
kadang sulit di kontrol. Betapa tidak, mulai dari bangun tidur sampai menjelang
tidur, tangan tidak pernah terlepas dari gadget, entah itu HP, tablet atau
laptop. Tiada waktu tanpa mengubah status. Kebiasaan ini umumnya dilakukan oleh
kaum wanita yang begitu suka dengan kebiasaan ngerumpi. Bagi mereka, teman di
dunia maya sudah seakan menjadi dunia nyata. Begitu ketergantungannya manusia
dengan jejaring sosial ini sehingga terkadang justru menimbulkan efek negatif
(kontra produktif).
Rasa senang bertemu dengan
sahabat lama di dunia maya membuat kita sering lupa diri. Curhat tentang
kehidupan pribadi dan membahas kisah romantisme ketika masih di sekolah
terkadang membuat kita lupa dengan alam nyata sekarang. Keinginan untuk
mengenang masa lalu yang pernah terjalin membuat kita terjebak denga memory
masa lalu. Akibatnya hubungan pertemanan yang semula hanya dilakukan untuk
mengisi waktu luang menjadi kebablasan. Akhirnya timbulah istilah TTM (teman
tapi mesra).
Saat ini, tidak sedikit adanya
perselingkuhan akibat hubungan sosial di media sosial yang kebablasan. Bahkan
dampaknya bisa sangat fatal, yaitu terjadinya pertengkaran antara suami-istri
yang bujung dengan perceraian. Belum lagi kasus lain lagi berupa pencabulan
yang dilakukan oleh oknum pria terhadap wanita muda (gadis) dengan memanfaatkan
akun palsu. Mereka membuat akun orang lainyang berwajah cantik dan menipu korbannya
yang sudah terlanjut jatuh cinta padanya.
Bukan hanya itu, kasus penculikan
dan pembunuhan juga pernah terjadi dan heboh di media televisi yang diakibatkan
penyalahgunaan media sosial facebook. Status di akun sosial yang terlalu jujur
sering juga dimanfaatkan oleh orang yang berpikiran kotor untuk berbuat
kejahatan, misalnya dengan melakukan pencurian atau perampokan.
Tempat Hiburan
Sebagai Media Sosial
Zaman semakin canggih membuat tingkat kesibukan manusia dalam bekerja
juga semakin tinggi. Di satu sisi banyak orang yang berlomba-lomba mengejar
karirnya agar cepat sukses, disisi lain berdampak terhadap beban pekerjaan yang
semakin berat. Banyak target yang harus dicapai dengan tingkat kesulitan yang
semakin tinggi telah membuat banyak orang menjadi stress. Salah satu cara mengatasi
stress adalah dengan melakukan refreshing
ke tempat-tempat hiburan bersama keluarga dan orang-orang yang kita cintai.
Selama ini kita hanya mengenal beberapa kawasan hiburan di Indonesia
dengan berbagai pilihan, namun sayangnya belum ada sebuah kawasan hiburan yang
terpadu, sehingga kita bisa mengeksplorasi berbagai jenis hiburan di satu
tempat, tanpa harus repot-repot melakukan perajalanan wisata ke tempat lain. Dengan
berwisata di kawasan terpadu, banyak sekali keuntungannya, yaitu bisa menghemat
waktu, tenaga dan biaya.
Sejak dibukanya tempat hiburan terpadu Trans Studio Resort Makassar
pada 9 September 2009 yang lalu, masyarakat Indonesia kini memiliki alternatif
berwisata yang sangat menarik, tidak perlu jauh-jauh berwisata ke luar negeri.
Kawasan wisata terpadu yang berlokasi di Indonesia Timur ini memiliki luas 12,7
hektare dengan berbagai fasilitas lengkap seperti pusat perbelanjaan yang
meliputi Trans Walk dan Trans Rodeo Drive, kemudian Trans Studio, Trans Hotel,
serta kantor Bank Mega. Di dalam Trans Studio Resort ini juga dijumpai pusat
rekreasi indoor bertaraf internasional, yaitu Trans Studio Theme Park dan pusat
perbelanjaan kelas dunia yang artistik dan nyaman, yaitu Trans Studio Mall. Di
dalamnya juga masih terdapat Hotel internasional berbintang 5 dan 3 serta Residential
apartment dan marina.
Sarana hiburan yang sangat lengkap dan terpadu ini memungkinkan orang
untuk bisa mengadakan pertemuan keluarga, sahabat maupun kolega bisnis.
Beragamnya jenis hiburan yang terdapat disana memungkinkan orang untuk meilih
jenis hiburan yang menjadi favoritnya. Baik anak-anak, remaja dan orang dewasa
bisa memanfaatkan jenis hiburan yang sudah tersedia, sehingga tidak perlu
repot-repot mengunjungi tempat lain.
Alangkah lebih menariknya lagi kalau objek wisata terpadu Trans Studio
Mall dan Trans Studio Theme Park ini menyediakan fasilitas khusus untuk
komunitas, dimana ada ruang bagi komunitas tertentu untuk saling berinteraksi
satu dengan lainnya. Misalnya ada arena komunitas sepeda, yang memungkinkan
orang yang hobi bersepeda bisa berkumpul bersama dan melakukan aksinya dan
dibuatkan track khusus. Begitu juga dengan komunitas lainnya seperti berkuda,
penggemar burung, mobil antik, motor dan sebagainya. Wahana komunitas ini bisa
jadi merupakan satu-satunya di dunia karena belum pernah ada sarana wisata yang
menyediakan tempat berkumpulnya beragam komunitas yang besar dan lengkap di
tempat hiburan.
***