Senin, 22 September 2014

Media Sosial, Komunitas dan Dunia Nyata

Oleh : Jumari Haryadi

Beberapa puluh tahun silam, mungkin kita tidak akan pernah menyangka akan bertemu dengan orang-orang yang sudah lama menghilang dari kehidupan kita. Orang-orang tersebut bisa saja teman bermain ketika kita masih kecil, teman sekolah, tetangga, atau mungkin sanak saudara kita yang sudah berpisah jauh, menyebar entah kemana karena mencari kehidupan masing-masing.

Sejak jejaring sosial Facebook diluncurkan oleh Mark Zuckerberg bersama rekan-rekannya pada Februari 2004, perubahan kehidupan sosial manusia pun berubah drastis. Betapa tidak, gara-gara situs tersebut, banyak orang di seluruh dunia yang tadinya sudah tidak saling berkomunikasi, tiba-tiba bisa terhubung kembali.

Tidak dapat dipungkiri, sebagai makhluk sosial, manusia sangat membutuhkan manusia lainnya. Coba kita lihat betapa orang senang berkumpul dan membentuk komunitas. Hal ini bisa kita lihat dengan maraknya berbagai komunitas di dunia nyata maupun di dunia maya, seperti misalnya komunitas penulis, penyanyi, pemain musik, fotografi, motor, mobil dan masih banyak lagi lainnya. Mereka butuh wadah untuk berkumpul dan bersosialisasi satu dengan lainnya dengan konsep kebersamaan dalam bidang tertentu yang menjadi kesukaannya.

Memiliki banyak teman sangat bermanfaat dan bisa membuat hidup semakin bergairah. Oleh sebab itu, jangan heran jika banyak orang yang menjadi anggota beberapa komunitas yang bisa menyalurkan minat, bakat dan hobi mereka dengan tepat. Adanya komunitas memungkinkan manusia bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalamannya, sehingga bisa saling meningkatkan wawasannya.

Dunia Nyata VS Dunia Maya

Kehidupan di dunia nyata sangat berbeda dengan kehidupan di dunia maya. Meskipun keduanya memiliki kesamaan, namun tidak sedikit juga perbedaannya. Masing-masing punya sisi positif dan negatifnya, juga ada sisi kemudahan dan kesulitannya. Namun, jika kita mampu membuatnya keduanya bersinergi, maka hasilnya akan menjadi lebih dahsyat luar biasa.

Dalam dunia nyata, jika kita ingin berkumpul dan berkomunikasi secara langsung, maka kita harus bertemu dulu dengan sahabat, sauadara atau mitra bisnis kita. Hal ini tentu cukup menyulitkan karena terbentur oleh jarak dan waktu. Tidak mudah untuk mempertemukan orang secara langsung setiap saat, kecuali kita sama-sama berada dalam jarak yang dekat.

Sebagai contoh saja, untuk melakukan pertemuan kecil seperti arisan yang sering dilakukan oleh para ibu-ibu muda, hal itu tidak mudah. Sangat jarang ada arisan yang selalu dihadiri semua anggotanya. Pasti ada saja orang yang tidak bisa hadir karena kesibukannya atau ada hal lain yang menghalanginya untuk hadir.

Contoh lainnya adalah kegiatan reuni. Kegiatan ini paling sering dilakukan oleh sekolah dan kampus. Kerinduan untuk bertemu dengan sahabat lama begitu menggebu, sehingga setiap orang pasti ingin berusaha menghadirinya. Sayangnya, seperti lagu lama, kondisi kesulitan mengatur waktu di tempat pekerjaan dan jarak yang jauh dengan lokasi pertemuan terkadang menjadi kendala klasik yang acapkali terjadi.

Kehadiran jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, BBM (Blackberry Mesengger), Instagram dan sejenisnya telah membuat orang lebih mudah terkoneksi satu dengan lainnya, dimanapun mereka berada, tanpa harus terkendala oleh jarak dan waktu. Semuanya begitu mudah, murah, cepat, hemat dan efisien. Teknologi diciptakan memang untuk mempermudah aktivitas manusia dan teknologi juga mampu mengubah dunia. Hal ini sudah terbukti dengan jelas, betapa kehadiran media sosial tersebut telah mampu mengubah sifat dan prilaku manusia di era modern.

Sisi positif dan negatif media sosial

Memang tidak semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak baik, ada juga sisi negatifnya. Hal ini ibarat pisau bermata dua. Satu sisi bisa bermanfaat, misalnya jika dipakai untuk mengiris bawang, memotong sayuran, mengupas buah-buahan atau membelah ketupat. Namun pisau bisa sangat berbahaya jika dilakukan untuk berbuat kejahatan, seperti misalnya menusuk orang yang bisa berakibat fatal.

Baik atau buruk dampak dari lahirnya media sosial juga tidak terlepas bagaimana kita menyikapi fenomena tersebut secara bijak. Ibarat kata pepatah “the man behind the gun” bisa berlaku untuk kasus ini. Jika manusia yang menggunakan kemajuan teknologi tersebut mempunyai pikiran positif dan kreatif, bukan tidak mungkin justru manfaat yang diperoleh dari media sosial bagitu banyak dan luar biasa.

Media sosial seperti Facebook dan BBM, selain bisa menghubungkan kita dengan sahabat dan keluarga yang sudah lama terputus, juga mudah menemukan orang-orang baru dalam kehidupan kita. Kalau dalam kehidupan nyata sangat sulit untuk berteman dengan ribuan orang, maka melalui internet semuanya menjadi mudah. Tidak sulit mencari pertemanan di Facebook sehingga kita bisa memiliki 5000 orang teman atau lebih. Cukup dengan mencari orang yang tepat untuk kita jadikan teman atau sebaliknya akan ada orang lain yang meminta pertemanan kepada kita. Cukup kita konfirmasi jika setuju atau sebaliknya jika tidak setuju.

Selain itu Facebook dan BBM juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti berbisnis dengan cara berjualan aneka jasa maupun produk. Tidak sedikit orang yang akhirnya bisa memanfaatkan media sosial sebagai tempat untuk mencari nafkah. Media sosial juga bisa kita gunakan untuk personal branding maupun corporate branding. Caranya adalah dengan menampilkan berbagai informasi dan aktivitas kita ke jaring sosial tersebut sesuai dengan image yang akan kita tampilkan ke publik.

Pesatnya perkembangan media sosial di indonesia juga dimanfaatkan kalangan pesohor untuk berkomunikasi dengan fans mereka. Hampir semua selebriti dipastikan memiliki beberapa akun di media sosial, baik di Facebook, twitter, BBM, Instagram dan media sejenisnya. Diantara mereka juga ada yang memanfaatkan jasa profesional untuk mengelola akun mereka, sehingga meskipun mereka sibuk dengan berbagai aktivitas yang padat, mereka masih bisa aktif di internet setiap saat. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran admin yang sudah dibayar untuk melakukan hal tersebut. Admin memperoleh finansial dari pekerjaannya, selebritis mendapatkan dampak sosial berupa pencitraan dari aktivitas yang dilakukan admin dan para fans merasa dekat dengan idola mereka. Jadi, semuanya bisa senang, everybody happy !

Selain dampak positif, ada juga dampak negatifnya. Kecanduan menggunakan media sosial sudah begitu parah dan kadang sulit di kontrol. Betapa tidak, mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur, tangan tidak pernah terlepas dari gadget, entah itu HP, tablet atau laptop. Tiada waktu tanpa mengubah status. Kebiasaan ini umumnya dilakukan oleh kaum wanita yang begitu suka dengan kebiasaan ngerumpi. Bagi mereka, teman di dunia maya sudah seakan menjadi dunia nyata. Begitu ketergantungannya manusia dengan jejaring sosial ini sehingga terkadang justru menimbulkan efek negatif (kontra produktif).

Rasa senang bertemu dengan sahabat lama di dunia maya membuat kita sering lupa diri. Curhat tentang kehidupan pribadi dan membahas kisah romantisme ketika masih di sekolah terkadang membuat kita lupa dengan alam nyata sekarang. Keinginan untuk mengenang masa lalu yang pernah terjalin membuat kita terjebak denga memory masa lalu. Akibatnya hubungan pertemanan yang semula hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang menjadi kebablasan. Akhirnya timbulah istilah TTM (teman tapi mesra).

Saat ini, tidak sedikit adanya perselingkuhan akibat hubungan sosial di media sosial yang kebablasan. Bahkan dampaknya bisa sangat fatal, yaitu terjadinya pertengkaran antara suami-istri yang bujung dengan perceraian. Belum lagi kasus lain lagi berupa pencabulan yang dilakukan oleh oknum pria terhadap wanita muda (gadis) dengan memanfaatkan akun palsu. Mereka membuat akun orang lainyang berwajah cantik dan menipu korbannya yang sudah terlanjut jatuh cinta padanya.

Bukan hanya itu, kasus penculikan dan pembunuhan juga pernah terjadi dan heboh di media televisi yang diakibatkan penyalahgunaan media sosial facebook. Status di akun sosial yang terlalu jujur sering juga dimanfaatkan oleh orang yang berpikiran kotor untuk berbuat kejahatan, misalnya dengan melakukan pencurian atau perampokan.

Tempat Hiburan Sebagai Media Sosial

Zaman semakin canggih membuat tingkat kesibukan manusia dalam bekerja juga semakin tinggi. Di satu sisi banyak orang yang berlomba-lomba mengejar karirnya agar cepat sukses, disisi lain berdampak terhadap beban pekerjaan yang semakin berat. Banyak target yang harus dicapai dengan tingkat kesulitan yang semakin tinggi telah membuat banyak orang menjadi stress. Salah satu cara mengatasi stress adalah dengan melakukan refreshing ke tempat-tempat hiburan bersama keluarga dan orang-orang yang kita cintai.
Selama ini kita hanya mengenal beberapa kawasan hiburan di Indonesia dengan berbagai pilihan, namun sayangnya belum ada sebuah kawasan hiburan yang terpadu, sehingga kita bisa mengeksplorasi berbagai jenis hiburan di satu tempat, tanpa harus repot-repot melakukan perajalanan wisata ke tempat lain. Dengan berwisata di kawasan terpadu, banyak sekali keuntungannya, yaitu bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya.
Sejak dibukanya tempat hiburan terpadu Trans Studio Resort Makassar pada 9 September 2009 yang lalu, masyarakat Indonesia kini memiliki alternatif berwisata yang sangat menarik, tidak perlu jauh-jauh berwisata ke luar negeri. Kawasan wisata terpadu yang berlokasi di Indonesia Timur ini memiliki luas 12,7 hektare dengan berbagai fasilitas lengkap seperti pusat perbelanjaan yang meliputi Trans Walk dan Trans Rodeo Drive, kemudian Trans Studio, Trans Hotel, serta kantor Bank Mega. Di dalam Trans Studio Resort ini juga dijumpai pusat rekreasi indoor bertaraf internasional, yaitu Trans Studio Theme Park dan pusat perbelanjaan kelas dunia yang artistik dan nyaman, yaitu Trans Studio Mall. Di dalamnya juga masih terdapat Hotel internasional berbintang 5 dan 3 serta Residential apartment dan marina.
Sarana hiburan yang sangat lengkap dan terpadu ini memungkinkan orang untuk bisa mengadakan pertemuan keluarga, sahabat maupun kolega bisnis. Beragamnya jenis hiburan yang terdapat disana memungkinkan orang untuk meilih jenis hiburan yang menjadi favoritnya. Baik anak-anak, remaja dan orang dewasa bisa memanfaatkan jenis hiburan yang sudah tersedia, sehingga tidak perlu repot-repot mengunjungi tempat lain.
Alangkah lebih menariknya lagi kalau objek wisata terpadu Trans Studio Mall dan Trans Studio Theme Park ini menyediakan fasilitas khusus untuk komunitas, dimana ada ruang bagi komunitas tertentu untuk saling berinteraksi satu dengan lainnya. Misalnya ada arena komunitas sepeda, yang memungkinkan orang yang hobi bersepeda bisa berkumpul bersama dan melakukan aksinya dan dibuatkan track khusus. Begitu juga dengan komunitas lainnya seperti berkuda, penggemar burung, mobil antik, motor dan sebagainya. Wahana komunitas ini bisa jadi merupakan satu-satunya di dunia karena belum pernah ada sarana wisata yang menyediakan tempat berkumpulnya beragam komunitas yang besar dan lengkap di tempat hiburan.
***

4 komentar:

  1. Informatif sekaligus inspiratif...., pengen bisa menulis seperti pak Jumari Haryadi...runtut dan jelas, semangat menginspirasi...

    BalasHapus
  2. Terima kasih ya Bu Ika Puspitasari atas komentar dan support-nya.

    BalasHapus
  3. Tulisan yang menarik, semoga kita terhindar dari pengaruh buruk teknologi

    BalasHapus
  4. Terima kasih Mas Ryan atas komentarnya

    BalasHapus